...SILAKAN FOLLOW DAN COMMENT.. ^_^

Tyto Alba, Dirimu Sungguh Memesona

Kamis 20 Desember 2012 adalah hari yang sangat spesial bagiku..
Kenapa rahita?? karena ketemu dengan senior yang unyu dan puitis itu ya?  bukann (-_-)
Siang itu mata kuliah telah usai dan aku masih di lingkungan kampus.
daripada hanya nongkrong di taman akhirnaya kuputuskan untuk mencari biodata kakak senior yang nantinya aku tulis untuk memenuhi tugas di buku GB.
aku dan temanku memilih mencari di laboratorium biologi, karena di situ tempat tongkrong para senior khususnya para asisten. Sahabat bloggerku pasti bertanya-tanya apa itu GB? dimana aku kuliah? kenapa dulu postingan2 lingkungan SMA sekarang di lingkungan kampus? haha banyak kisah yang tidak aku tulis selama beberapa bulan ini, dikarenakan kemalasanku untuk mengetik. It's okey.. aku janji akan lebih giat menulis lagi.. (y)
setelah kesana kemari mencari alamat #ups mencari senior maksudnya akhirnya aku dapat beberapa biodatanya.. lumayan lah (daripada lu manyun). Setelah jenuh aku dan temanku berteduh sambil bercerita di teras laboratorium lantai 1 kebetulan siang itu cuaca sedang tidak bersahabat sehingga mengharuskanku berteduh  di laboratorium biologi. Beberapa jam berlalu tak terasa kami ingat belum melaksanakan salat dzuhur, tetapi hujan masih deras dan untuk menuju masjid kami harus menerobos hujan. ya sudah kami berjalan menyisiri samping gedung supaya tidak terkena hujan ketika berjalan temanku bernama dian memanggil-manggil aku dan eva  "eehh.. tunggu bentar deh, ada burung di atas loteng.." aku pikir biasa aja kaleee.. paling juga cuma burung emprit, tapi setelah aku melihat arah yang dia tunjuk ternyata itu bukan burung biasa. "itu kan burung hantu!!" sontak kami berteriak.. bukan karena takut tetapi takjub dengan keindahan burung hantu itu.. Subbahanallah cantik bangettttt... badanya besar, bulunyaa kayaknya putih dan coklat, tatapan matanya yang tajam dan mukanya yang imuutttt membuat aku jatuh cinta padanya.. aku terpesona dengan keindahan burung yang mempunyai nama latin Tyto alba javanica tersebut.. tapi sayang aku melihat dari jarak yang sangat jauh, dia berada di loteng gedung lantai 3 sedangkan aku di lantai 1. Kayaknya dia sedang berteduh karena cuaca lagi hujan, pingin rasanya memelihara dia di rumahku.. tapii.. aku gak yakin bisa merawatnya :>
oh iya, aku teringat belum salat dzuhur.. yaahh harus meninggalkan tyto alba sendirian :(
aku masih pengen ngeliatin si tyto lebih lama lagi, tapi tengeng juga kalo kepalaku harus melihat ke atas hahaha.. tengeng tau gak?? kayak pegel gitu lah..
daaah tyto alba, aku harap kamu baik2 disana.. jaga dirimu baik2 yaa.. jaga dirimu dari tangan2 para pemburu.. aku ingin kamu dan keturunanmu berkembang biak di lingkungan kampusku supaya aku selalu merasa dekat denganmu.. oia setelah pulang aku penasaran dengan habitat si tyto alba ini aku putuskan untuk mengenal labih dekat dan bertanya dengan pamanku, sapa lagi kalo bukan paman google..ni ada situs yang lumayan lengkap tentang tyto alba http://serakjawa.blogspot.com/
kayaknya web itu milik haliaster, UKM pecinta alam di jurusanku..
setelah melihat-lihat website ternyata tyto alba ini banyak di temukan di sekitar Undip loh..
hmm.. jadi tertarik ikut haliaster deh :) ada lagi nih linknya biologi Undip ada suaranya tyto juga http://bio.undip.ac.id/sbw/spesies/sp_serak_jawa.htm
ini pertama kalinya aku melihat serak jawa secara langsung..
pengalaman yang sangat spesial bagiku  :)
luv u tyto alba :D

serak_jawa18.jpg (8453 bytes)
ilustrasi gambar di ambil dari sini (di klik)

4 komentar

Makan Kerang Nggak yaa??



Pagi ini aku berbelanja ke pasar bersama kakakku dan seperti hari-hari biasanya kakakku hanya menunggu di mobil sementara aku di beri kepercayaan untuk memilih bahan-bahan untuk di masak hari ini. Di rumah akulah yang menjadi juru masak karena ibuku sudah lama meninggal dan di rumahku tidak ada pembantu rumah tangga, tidak sombong sih tapi memang di rumah masakankulah yang paling enak karena dulu nenek mengajariku cara memasak.. yup dari kecil aku terbiasa hidup mandiri.
Oia menu yang ku masak tidak selalu terkonsep dari rumah biasanya melihat-lihat dahulu barang yang di jual di pasar . Kebetulan aku melihat kerang yang jarang-jarang di jual di pasar kecil di daerah tembalang biasanya hanya menjual ikan dan ayam. "buk, ini satu plastik berapa ya?" tanyaku kepada ibu pedagang
"itu Rp 3500 mbak" jawabnya. Wah murah sekali.. kerang 1 plastik yang lumayan besar harganya cuma 3500 akhirnya aku membeli kerang itu bersama barang belanjaan lainya.
aku suka sekali dengan kerang dari sate kerang,kerang rebus bumbu bawang,kerang balado, kerang saos tiram, kerang asam manis hampir semua jenis olahan kerang aku suka.. mengingat masakan kerang almarhumah nenekku yang lezaaaaatt sekali rasanya tiada duanya..
ketika berjalan menuju parkiran mobil aku sudah mengonsep akan ku masak apa kerang ini nanti..
setiba di mobil kakakku bertanya "beli apa dik hari ini?"
"beli banyak kak, ada kerang juga"  jawabku. "ya ampuunn dik.. kok beli kerang sih?? kamu tahu nggak kerang itu hewan yang paling banyak mengandung mercuri dan logam berat apalagi kamu tahu kan hidup kerang itu di dasar laut semua kotoran kalo mengendap kan kebawah dan lagi kamu kan nggak tahu itu kerang berasal dari laut mana? jaman sekarang ini laut udah banyak tercemar.. hiii pokoknya aku nggak mau makan kerang" ucap kakakku dengan ekspresi yang menyebalkan. hah masa sih sebahaya itu? setahu aku kerang kan mengandung banyak protein dan kaya akan omega 3 sama kayak ikan gitu.. memang sih banyak mengandung kolesterol tapi seumuran aku kan gak papa makan kerang untuk masa pertumbuhan??
setiba di rumah aku bingung antara mau mengolah kerang itu atau tidak yaah jadi galau kan..
akhirnya aku putuskan untuk bertanya kepada pamanku "Paman Google" yup.. aku searching sebanyak mungkin informasi tentang kerang..
tik tok tik tok tik tok dan ternyata aku mendapati artikel tentang bahaya kerang.
Kata  Dr. David Phillips dari Departemen Pertanian Hongkong menjelaskan:"Manusia lebih mudah terkena penyakit berbahaya karena makan kerang daripada karena makan ikan atau udang, sebab kerang hidup berkelompok di dasar laut dangkal dekat pantai, di mana sampah manusia dan buangan industri berhimpun. Konsentrasi bakteri dan zat racun di dasar laut menyebabkan kerang terutama tercemar, berbeda dengan ikan atau udang yang berenang di atas."
Bahkan kata Kepala Oseanografi LIPI, Zainal Arifin "Kerang itu seperti penyedot debu. Dia akan menghisap apa saja yang didekatnya, termasuk logam berat. Di dalam tubuh kerang, logam tersebut dimanipulasi kerang. Oseanografi LIPI menyebut, tidak seperti ikan yang aktif berenang, kerang cenderung statis.
Zainal menambahkan, "Kerang tidak menderita efek apapun, namun tidak demikian dengan manusia. Penumpukan logam berat akan membahayakan kesehatan."
Selain itu, sambung Zainal, kerang juga menjadi bioindikator untuk kualitas air. Banyaknya kerang mengindikasikan kualitas air patut dipertanyakan. Hal ini dikarenakan nutrisi untuk hidup kerang meliputi nitrogen dan fosfat berlimpah. Kedua zat tersebut berasal dari limbah rumah tangga yang air."
                    
memang sih protein kerang lebih banyak di banding dengan ikan maupun daging sapi tapi mau bagaimana lagi ya laut kita sudah banyak yang tercemar aku juga tidak yakin si pedagang telah mempurifikasi kerang sebelum di jual akhirnya ku putuskan untuk tidak mengolah kerang itu dan ku berikan kepada UNA dan ENO kucing aku :>
yaaah kecewa sih tidak jadi masak kerang..
tapi mencegah lebih baik daripada mengobati kan?? ^.^v

                                                                   gambar una dan eno


7 komentar
 
Cute Unicorn